PERAWATAN KELOPAK MATA PADA PASIEN DISFUNGSI MEIBOM

0
3213

PERAWATAN KELOPAK MATA PADA PASIEN DISFUNGSI MEIBOM

Pendahuluan

Dalam Kehidupan mata merupakan organ yang sangat penting bagi manusia karena merupakan jendela dari semua kehidupan, oleh karena itu menjaga mata sangatlah penting. Mata dilindungi dari kotoran dan benda asing oleh alis, bulu mata dan kelopak mata. Konjungtiva adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak mata (konjungtiva palpebra), kecuali darah pupil. Konjungtiva melindungi mata dan mencegah mata dari kekeringan. Beberapa orang tidak memiliki cukup air mata di permukaan mata mereka untuk melumasi mata dan tetap nyaman, ini dikenal sebagai sindrom mata kering. Ini adalah keluhan umum di kalangan orang dewasa setengah baya dan lebih tua, terutama perempuan, dan dapat menjadi penyebab ketidaknyamanan besar dan frustrasi untuk penderita nya. Mata kering merupakan salah satu penyebab utama kunjungan ke profesional perawatan mata.

 

Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Meibom

Kelenjar meibom merupakan kelenjar sabaseus besar yang terletak dilempeng tarsus kelopak mata. Kelenjar ini secara aktif mensintesis dan mensekresi lipid yang terdiri dari lapisan minyak film air mata dan protein yang dialirkan ke tepi kelopak mata atas dan bawah tepat dibagian anterior dari pertautan mukokuneus. Tepi kelopak mata mempunyai garis kelabu tipis yang memisahkan bagian anterior dan posterior, bagian yang dekat ke bola mata, terdapat orifisium-orifisium untuk kelenjar-kelenjar tarsal. Kelenjar-kelenjar meibom berjumlah lebih kurang 30-40 buah pada kelopak mata atas dan 20-25 buah pada kelopak mata bawah (sutarya Enus, 2012).

Orifisium kelenjar meibom terletak di sepanjang tepi kelopak mata tepat di sebelah anterior dari pertautan mukokutaneus. Masing-masing kelenjar meibom terdiri dari kumpulan asinar berbentuk seperti anggur yang dihubungkan ke duktus utama oleh duktulus kecil. Duktus utama berakhir pada orifisium yang membuka ke tepi kulit kelopak mata tepat di anterior pertautan mukokutaneus. Sekresi meibomian, yang disebut meibom dikeluarkan melalui duktus ke reservoir merginalyang kemudian akan menyebar ke permukaan anterior lapisan pra okular air mata.. Pengaliran meibom ke tepi kelopak mata terjadi dengan kontraksi otot—otot orbikularis dan otot riolan selama pergerakan kelopak mata. Fungsi meibom diantaranya adalah untuk mengurangi evaporasi dari lapisan air mata, mencegah kontaminasi lapisan air mata dengan memberikan penghalang terhadap sebum kulit, lubrikasi untuk mengurangi gesekan pada permukaan mata saat mengedip dan memberikan permukaan optik yang rata (Sutarya Enus, 2012)

 

Disfungsi Kelenjar Meibom

Menurut the international workshop on meibomian gland dysfunction (IWMGD), Disfungsi kelenjar meibom merupakan suatu abnormalitas yang kronis dan difus pada kelenjar meibom, yang secara umum ditandai dengan obstruksi duktus terminal dan atau perubahan kuantitatif/kualitatif pada secret kelenjar. Sehingga dapat mengakibatkan perubahan film air mata, gejala-gejala iritasi mata, inflamasi yang nampak secara klinis dan adanya penyakit permukaan ocular (Sutarya Enus 2012)

Disfungsi kelenjar meibom terutama disebabkan oleh obstruksi duktus terminal dengan meibom yang tebal dan opak yang mengandung material sel yang terkeratinisasi. Obstruksi tersebut dikarenakan hiperkeratinisasi epitel duktus dan miningkatnya viskositas meibom. Penyempitan lumen duktulus dengan deskuamasi sel-sel epitel menyebabkan terjadinya obstruksi tersebut dipengaruhi pula oleh factor-faktor endogen seperti usia, jenis kelamin, dan perubahan hormonal serta dipengaruhi pula oleh factor eksternal seperti obat-obatan topikal. Obstruksi tersebut akan menyebabkan dilatasi kistik intraglandular, atrofi meibocyte, dropout kelenjar, dan menurunnya sekresi. Pada akhirnya hal tersebut akan menyebabkan berkurangnya availabilitas meibom ke tepi kelopak mata dan lapisan air mata. Konsekuensi dari insufiensi lipid ini akan menyebabkan meningkatnya evaporasi, bertambahnya osmolaritas air mata dan berkurangnya break up time (BUT) lapisan air, ketidakstabilan lapisan air mata, mata kering tipe pevoratif serta inflamasi dan kerusakan permukaan ocular (Sutarya Enus, 2012)

 

Menifestasi Klinis Disfungsi Kelenjar Meibom

Gejala DKM pada penderita biasanya tidak spesifik, yaitu rasa panas iritasi, gatal, sensasi benda asing, kemerahan pada kelopak mata dan konjungtiva, kalazion yang rekuren dan menurunnya tajam penglihatan yang ber fluktuasi. Air mata berbusa dapat timbul pada meniscus air mata sepanjang kelopak mata bawah. Penderita sering memiliki ketidakstabilan lapisan air mata sepanjang kelopak mata bawah. Penderita sering memiliki ketidakstabilan lapisan air mata sepanjang kelopak mata bawah. Penderita sering memiliki ketidakstabilan lapisan air mata sepanjang kelopak mata bawah. Pemderita sering memiliki ketidakstabilan lapisan air mata dengan TBUT yang cepat, terutama pada keadaan yang kronis dengan atrofi kelenjar meibom dan menurunnya lipid. Inflamasi permukaan ocular yang sedang sampai berat dapat meyertai DKM, termasuk tanda-tanda klinis seperti injeksi konjungtiva bulbi dan tarsa, reaksi pupil pada tarsal inferior, infiltrat subepitel pungpata pada kornea bagian inferior, infiltrat subepitel dan epitel marginal, neovaskularisasi dan sikatriks kornea dan penipisan kornea. Pada keadaan normal, sekresi kelenjar meibom adalah bening. Pada keadaan DKM, meibom dapat mempunyai konsistensi yang keruh, menebal dan berkondensasi atau bahkan menyerupai pasta gigi. (Sutarya Enus 2012)

 

Perawatan dan Terapi Disfungsi Kelenjar Meibom

Pengobatan disfungsi kelenjar meibom sangat bervariasi, rekomendasi utama adalah melakukan kebersihan kelopak mata dianggap sebagai pilar utama terapi klinis, hal ini biasanya terdiri dari dua komponen yaitu aplikasi penghangatan dan message mekanik pada kelopak mata.

  1. Kompres hangat

Kompres hangat adalah suatu prosedur memberikan rasa hangat pada daerah tertentu dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan, menggunakan handuk yang telah dicelupkan pada air hangat dengan suhu 42’c-45’c (hangat-hangat kuku) yang ditempelkan pada bagian tubuh tertentu yaitu pada kelopak mata atas dan bawah. Pemberian kompres hangat pada daerah kelopak mata atas dan bawah. Pemberian kompres hangat pada daerah kelopak mata akan memberikan sinyal ke hipotalamus melalui sumsum tulang belakang.

Ketika reseptor yang peka terhsdap panas di hipotalamus dirangsang, system efektor mengeluarkan sinyal yang memulai berkeringat dan vasodilatasi ferifer. Perubahan ukuran pembuluh darah diatur oleh pusat vasomotor pada medulla oblongata dari tangkai otak, dibawah pengaruh hipotalamik bagian anterior sehingga terjadi vasodilatasi. Terapi penghangatan kelopak mata diharapkan dapat memperbaiki sekresi kelenjar meibom dengan cara pelelehan lifid meibom yang mengalami perubahan patologis. Penghangatan dapat dilakukan dengan banyak cara, diantaranya dengan kompres hangat menggunakan handuk kecil yang dicelupkan ke dalam air hangat dengan suhu 42o – 45oC (hangat-hangat kuku) selama 4 menit, memakai kantong nasi yang dipanaskan, atau menggunakan sumber inframerah, sumber udara panas, masker penghangat mata. Manfaat kompres hangat adalah meningkatkan atau memperbaiki stabilitas lapisan lifid film air mata lebih stabil, memperbaiki kenyamanan okuler serta menurunkan gejala-gejala secara signifikan,

  1. Massage

Massage adalah tindakan instingtif yang dilakukan dengan manipulasi, seperti mengurut, menggosok, memukul, dan menekan pada bagian tubuh tertentu yang dapatmenghasilkan efek fisiologis, profilaktis, dan terapeutis bagi tubuh. Pemijatan kelopak mata dilakukan bersamaan dengan mengompresan dengan cara mata dalam keadaan tertutup, pijat kelopak mata atas kearah bawah. Pijat kelpak mata bawah dari tepi luar mata kea rah hidung, dilakukan pada kedua mata secara bergantian, dengan tujuan menghasilkan efek fisiologis, profilaksis, dan terapeutis bagi tubuh. Tujuan pemijatan kelopak mata untuk menghilangkan obstruksi atau sumbatan yang menumpuk pada kelenjar orifisium, memperbaiki sekresi kelenjar meibom.

 

 

  1. Higiene kelopak mata

Larutkan sedikit shampoo bayi sebanyak 10 tetes kedalam air matang hangat. Celupkan kapas bersih atau cotton bud ke dalam larutan tersebut, lalu usapkan ke bulu mata. Bilas dengan air matang, dilakukan 2 kali sehari. Discharge planning langkah-langkah higiene kelopak mata untuk pasien DKM.

  1. Kompres kelopak mata

Celupkan saputangan handuk kecil bersihkan kedalam air matang hangat dengan suhu 42o – 45oC (hangat-hangat kuku) kompres sapu tangan handuk kecil pada kelopak mata (mata dalam keadaan tertutup) selama 4 menit. Bila sapu tangan handuk kecil mendingin, celupkan kembali ke air matang hangat dengan suhu yang tetap yaitu sekitar 42o -45oC (hangat-hangat kuku), dilakukan minimal 3 kali dalam 4 menit.

  1. Pijat kelopak mata

Mata dalam keadaan tertutup. Pijat kelopak mata atas ke arah bawah.pijat kelopak mata bawah dri tepi luar mata kearah hidung, dilakukan pada kedua mata secara bergantian.

  1. Cuci bulu mata

Larutkan sedikit shampoo bayi sebanyak 10 tetes kedalam air matang hangat. Celupkan kapas bersih atau cotton bud kedalam larutan tersebut, lalu usapkan ke bulu mata. Bilas dengan air matang.

 

Penutup

Secara teknis, sindrom mata kering adalah sekelompok gangguan dari film air mata karena produksi air mata tidak cukup atau berlebihan air mata-film penguapan. Hal ini dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada permukaan mata, terutama kornea (yang jelas, kubah berbentuk jaringan yang menutupi iris dan pupil), konjungtiva, dan kelopak mata.

 

Daftar Pustaka

  1. Eye Kesehatan Nasional Pendidikan Program, 2010
  2. Sytarya Enus, Djungdjunan Ardy 2012 Disfungsi Kelenjar Meibom Sebagai Dasar Syndrom mata kering: Celits Press.
  3. Perry and Potter 2005 Fundamental Keperawatan Fakultas Kedokteran. Penerbit EGC.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here